Bahasa Kita Bahasa Indonesia
Di posting pertama saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Ai Megawati, biasa dipanggil ai. Saya kuliah di Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA). Alasan saya membuat blog ini karena tugas mata kuliah Bahasa Indonesia, yang di naungi oleh ibu meliasari.
Bicara mengenai bahasa Indonesia, mungkin generasi muda jaman sekarang ‘agak’ menyepelekannya. Kalau dilihat dari segi dunia pendidikan, terlihat para murid lebih mementingkan pelajaran lain seperti matematika, biologi, ataupun kimia dibandingkan dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Alasannya tidak lebih dari ‘Ah.. itu kan pelajaran gampang’. Padahal apabila kita telaah lebih dalam, bahasa Indonesia memiliki kerumitan tersendiri. Secara pribadi saya mengalaminya ketika saya menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun 2010 lalu. Bagaimana membedakan pola-pola antar kalimat, cara memberi imbuhan setiap kata, dan masih banyak lagi kerumitan dalam mempelajari bahasa Indonesia. Dilihat dari segi bahasa lisan, tidak hanya generasi muda bahkan generasi yang lebih dahulu pun tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam percakapan sehari-hari. Hal tersebutlah yang menimbulkan adanya kata-kata yang tidak baku seperti ‘apotek’ menjadi ‘apotik’ atau ‘kuantitas’ menjadi ‘kwantitas’. Secara tidak langsung kita menjadi terbiasa kata-kata yang tidak baku dan mempengaruhi bahasa tulisan. Inilah yang menyebabkan seringnya kesalahan dalam bahasa tulisan. Masuknya budaya Barat ke Indonesia juga turut memperngaruhi bahasa lisan yang ada. Para remaja khususnya, merasa bangga atau ‘keren’ apabila dalam ucapannya terdapat kata-kata bahasa Inggris. Ditambah lagi boomingnya kata-kata gaul seperti ‘lebay’,‘malay’, dan lainnya yang turut memperparah bahasa kita sehingga jauh dari kata baku.
Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda sebaiknya mulai sekarang kita tanamkan rasa cinta dan bangga terhadap bahasa Indonesia . Sehingga kita bisa menghargai bahasa tersebut dengan mempergunakannya dengan cara yang benar. Jadi, kalau bukan kita yang menghargai bahasa kita sendiri, maka siapa lagi yang kita harapkan untuk mengahargai bahasa kita? Lalu, kalau bukan dari sekarang maka butuh berapa lama lagi kita membenahi semuanya? Ini memang bukan perkara mudah, tapi mari kita ubah perlahan-lahan sampai kita bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar